Online Baccarat Cheating_Online gambling games_Baccarat Casino_How to play gambling

  • 时间:
  • 浏览:0

BOnline bettingaOnline bettinggi kamu yang saat ini gOnline bettingemar nonton televisi Indonesia, pasti sudah biasa banget kalau ketemu gambar yang bagian tertentunya nge-blur. Kamu paham banget kalau itu bukan karena televisi kamu yang rusak atau kotor, tapi memang udah dari sananya. Yap! Gambar tersebut disensor oleh badan yang berwenang (entah apa itu kerjaan KPI atau LSF) karena tidak layak ditayangkan secara langsung di Indonesia. Tujuannya sih baik. Tentu saja untuk menjaga agar penonton nggak sepenuhnya menelan semua yang ada di televisi. Tapi, kok kadang ada yang lebay ya?

Dengan disensor, apa itu berarti anak-anak yang menonton jadi nggak tahu kalau itu belahan dada? Yang ada, anak-anak makin penasaran, ‘apaan sih itu kok diblur?’ ‘emang kenapa kok diblur?’ Sementara, ibu menyusui adik bayi merupakan hal yang sudah biasa dilihat mereka sehari-hari.

Lagi pula, memang penonton televisi dianggap sebegitu polosnya kah sampai film kartun juga harus disensor? Siapa yang tolol sebenarnya?

Si Sandy yang tupai dan kartun mungkin memang agak keterlaluan karena pakai bikini, tapi tidak demikian dengan mbak-mbak yang jadi bintang tamu di acara talk show atau lagi diwawancara oleh infotaiment. Walaupun baju mereka cukup minim dan kadang belahan dadanya ngintip-ngintip, tapi mereka masih bebas-bebas aja dari sensor. Padahal bukan kartun lho dan wujudnya beneran manusia lagi. Kenapa ya?

Selain Sponge Bob Square Pants, film kartun yang juga disensor di televisi Indonesia adalah Naruto. Bedanya dengan Sponge Bob, Naruto disensor ketika menampilkan adegan membawa senjata. Ya, konten senjata itu dianggap mengandung unsur kekerasan. Lagi-lagi tujuannya baik, agar anak-anak yang menonton nggak terpicu untuk melakukan tindakan kekerasan. Tapi, apa iya mereka jadi nggak paham kalau yang dipegang itu senjata?

Sebenarnya, yang lebih penting dari pada sensor dengan memblurkan gambar adalah sensor pada diri sendiri. Ingat nggak waktu kecil dulu, kalau ada adegan ciuman di televisi, penonton di bawah umur otomatis tutup mata. Daripada harus memblur semua gambar yang toh penonton juga bisa nebak apa yang diblur, lebih baik menanamkan pemahaman mana yang baik untuk ditiru mana yang nggak pantas untuk ditiru.

Belahan dada, senjata, dan yang terakhir rokok. Ketiga itulah yang selalu tampil blur di layar kaca. Menyensor adegan merokok ini mungkin ada kaitannya dengan kampanye anti rokok yang memang sedang gencar dilakukan. Sekali lagi, tujuannya sangat mulia yakni agar penonton televisi hidup sehat. Tapi, apa dengan disensor terus semua penonton nggak tahu kalau itu merokok? Lagi pula, rokoknya disensor tapi asapnya nggak. Jadi keliatan keren banget orang ngobrol sambil ngeluarin asap dari mulut dan hidungnya. Keren betul!

Fokusnya memang pada belahan dada. Entah kenapa belahan dada ini cukup penting untuk disensor. Sementara, adegan bermesraan yang berlebihan di sinetron remaja mungkin kurang layak untuk disensor. Jadi deh, sinetron-sinetron ABG yang cinta-cintaan dan galau-galauan di sekolah masih bisa bebas tayang tanpa harus disensor.

Adegan membawa senjata dalam film ber-genre action mungkin memang berbahaya jika dilihat anak-anak. Makanya senjatanya sangat perlu disensor, sehingga yang melihat tidak tahu kalau itu senjata (?). Jangan sampai anak yang melihat menirukan adegan serupa. Kekerasan di televisi memang perlu diatur supaya nggak mempengaruhi penontonnya.

Nah, kira-kira kalau adegan bully teman sekolah yang biasa nongol di sinetron remaja Indonesia gitu termasuk kekerasan nggak ya? Kenyataannya adegan semacam itu masih banyak lalu lalang di televisi Indonesia. Adegan anak SMA bully teman sekolahnya tersebut hampir selalu ada di sinetron remaja yang juga disukai anak-anak.

Paling sering disensor adalah adegan yang mengandung gambar belahan dada perempuan. Pasti televisi kamu langsung nge-blur begitu ada adegan perempuan dengan baju yang sedikit menampilkan belahan dada. Sekali lagi, tujuannya pasti baik: agar penonton tidak terpengaruh (entah di sini konteksnya terpengaruh untuk apa). Namun, yang bikin ketawa ngakak adalah ketika nonton kartun Sponge Bob Square Pants dan menemukan bahwa Sandy, tupai perempuan temannya Sponge Bob, disensor lantaran memakai bikini. Iya, Sandy si tupai yang giginya nongol dua itu! Karakter Sandy di kartun tersebut berbentuk tupai. Bukannya kita biasa ya melihat tupai telanjang?